Lokasi saat ini:BetFoodie Lidah Indonesia > Tempat Makan
Misi dagang sektor rempah bukukan transaksi Rp239,4 miliar di Belanda
BetFoodie Lidah Indonesia2026-07-04 15:35:58【Tempat Makan】012 orang sudah membaca
PerkenalanDirektur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan Fajarini Puntodewi menghadiri

Jakarta (ANTARA) - Misi dagang Kementerian Perdagangan RI bertajuk "Where Spices Tell Stories" ke Belanda pada 29 Oktober-1 November 2025 mencatatkan potensi transaksi senilai 14,6 juta dolar AS atau sekitar Rp239,4 miliar.
Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag Fajarini Puntodewi mengangakan keberhasilan tersebut memberi sinyal positif bagi peningkatan ekspor sektor rempah dan bumbu Indonesia. Capaian itu juga merefleksikan tingginya minat pasar Eropa terhadap produk rempah dan bumbu Nusantara.
"Importir Eropa menilai produk rempah dan bumbu Indonesia memiliki keunggulan dari segi aroma dan kualitas. Produk kita juga berpotensi untuk memenuhi kebutuhan pasar pangan organik dan berkelanjutan yang sedang berkembang pesat di Eropa," ujar Puntodewi dalam keterangan di Jakarta, Rabu.
Adapun rempah dan bumbu yang paling diminati antara lain pala, lada putih, kunyit, jahe, serta bumbu makanan siap pakai.
Potensi transaksi dicapai melalui kegiatan forum bisnis dan penjajakan kerja sama bisnis (business matching) yang diselenggarakan di Indonesia House Amsterdam pada 30 Oktober 2025. Dalam forum ini, pelaku usaha Indonesia memperkenalkan produk unggulan mereka kepada pembeli asal Belanda, Prancis, dan Jerman.
Misi dagang diikuti sepuluh pelaku usaha Indonesia. Para peserta misi dagang mendapat kesempatan langsung menjajaki kerja sama dagang dengan mitra Eropa, serta memperluas jejaring distribusi di Belanda yang dikenal sebagai pintu gerbang perdagangan Eropa.
Selain forum bisnis, para peserta juga mengunjungi beberapa importir besar seperti Amboina, Nesia Food BV, Bina BV, dan INA Trading/Furnilux untuk mempelajari pola impor dan distribusi produk rempah di pasar Belanda.
Sebagai bagian dari rangkaian misi dagang tersebut, Kemendag menjalin pertemuan dengan Centre for the Promotion of Imports from Developing Countries(CBI) dan Netherlands Enterprise Agency (RVO) pada 31 Oktober 2025.
Pertemuan membahas penguatan kelembagaan ekspor, pengembangan produk, serta akses pasar bagi sektor pertanian dan perikanan.
Suka(244)
Artikel Terkait
- Menkopolhukam serahkan tali asih ke tokoh masyarakat di Jayapura
- Human Initiative distribusikan 216 tenda bagi warga Palestina
- 12 SPPG yang langgar SOP siap beroperasi kembali
- Waspadai dampak paparan mikroplastik terhadap kesehatan
- BGN hentikan operasional SPPG Kota Soe 1 NTT imbas keracunan MBG
- SPPG Asei Besar layani 35 sekolah wilayah pesisir Kabupaten Jayapura
- Tingkatkan kualitas MBG, 300 peserta ikuti Pelatihan Penjamah Makanan
- BGN proses penonaktifan pelaku pelecehan verbal pegawai SPPG
- KKP: 41 UPI masuk "Yellow List" bisa ekspor ke AS secara bersyarat
- Pemkab Bantul minta pedagang bakso cantumkan label halal
Resep Populer
Rekomendasi

Menengok suasana jelang pembukaan ajang CIIE ke

Nikita Mirzani divonis empat tahun penjara dan denda Rp1 miliar

Waspadai dampak paparan mikroplastik terhadap kesehatan

Anak sering mimisan? Jangan panik, ini cara mudah mengatasinya

Pemkot Jakbar tindaklanjuti kasus keracunan MBG di SDN Meruya Selatan

Wamenkum minta aturan soal industri tembakau disusun ekstra hati

Pemerataan gizi masyarakat, 4 SPPG dibangun di wilayah terpencil Babel

36 SPPG MBG di daerah 3T Lampung segera dibangun